Individu, Keluarga dan Masyarakat

Posted: October 6, 2012 in Uncategorized

Individu, Keluarga dan Masyarakat

Pengertian Keluarga

Pengertian Keluargatelah banyak dijabarkan oleh beberapa ahli.Sebuah anggota keluarga yang penuh cinta kasih, saling menghargai danmen syukuri adalah definisi untuk pengertiankeluarga.Sehingga keributan dan ketegangan antara anggota keluarga yang menyebabkan ketidak harmonisan dapat dihindari.

Keluarga Adalah Amanah

Tuhan memerintahkan agar orang tua menjaga keluarga terhindar dari siksa neraka.Dapat diartikan bahwa sebagai orang tua harus memberikan bekal perndidikan dan pengetahuan kepada seluruh anggota keluarga.

Selain ilmu duniawi, sudah barang tentu pengetahuan ilmu agama sangat diperlukan, karena ilmu inilah yang bias menyelamatkan kehidupan yang sedang dan akandijalani, maupun kehidupan setelah di dunia ini.

Tidak Saling Menuntut

Kita tahu bahwa tidak ada manusia sempurna, masing-masing orang diberi kelebihan dan kekurangan, oleh karena nya tidak bias mengharap pasangan yang sempurna 100%.

Jika anggota keluarga memiliki kelemahan, kita harus dapat menerimanya dalam arti bukan membiarkannya begitusaja.Namun membertikan motivasi dan support agar kelemahan itu menjadi kekuatannya.

Dalam keluarga hindari cacimaki atau kritikan yang justru menambah keruh masalah, akan lebih baik jika mencari solusi bersama dengan hati dan pikiran yang tenang.

Dalam melakukan kebaikan,  diharapkan para anggota keluarga tidak perhitungan sehingga akan lebih mudah didalam mewujudkan pengertian keluarga harmonis.

Pengertian Masyarakat
 
Dalam bahasa Inggris masyarakat adalah  society  yang pengertiannya mencakup interaksi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan.Istilah masyarakat disebut pula system sosial.Untuk pemahaman lebih luas tentang pengertian masyarakat sebaiknya kita kemukakan beberapa definisi masyarakat sebagai berikut:

Selo Soemardjan, Masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.

Menurut J.L. Gilindan J.P. Gilin, Masyarakat adalah kelompok yang tersebar dengan perasaan persatuan yang sama.

Max Weber menjelaskan pengertian masyarakat sebagai suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.

Menurut sosiolog Emile Durkheim, masyarakat adalah suatu kenyataan objektif individu-individu yang merupakan anggota-anggotanya.

Karl Marx berpendapat bahwa Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi atau pun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.

Masyarakat menurut M.J. Herskovits adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti suatu cara hidup tertentu.

Koentjaraningrat (1994) menjabar kan definisi masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu system ada istiadat tertentu yang bersifat kontinyu dan terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.

Ralph Linton (1968), masyarakat  adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerja sama dalam waktu yang relatif lama dan mampu membuat keteraturan dalam kehidupan bersama dan mereka menganggap sebagai satu kesatuan sosial.

Ciri-ciri suatu masyarakat pada umumnya sebagai berikut.
a. Manusia yang hidup bersama sekurang-kurangnya terdiri atas dua orang.
b. Bergaul dalam waktu cukup lama. Sebagai akibat hidup bersama itu, timbul system komunikasi dan peraturan-peraturan yang mengatur hubungan antar manusia.
c. Sadar bahwa mereka merupa kan satu kesatuan.
d. Merupa kan suatu system hidup bersama. Sistem kehidupan bersama menimbul kan kebudayaan karena mereka merasa dirinya terkait satu dengan yang lainnya.

2 Golongan Masyarakat

(a) Kelompok primer Dalam kelompok primer, interaksi antar anggota terjalin lebih intensif, lebih erat, lebih akrab. Di karena kan para anggota kelompok sering berdialog, bertatap muka, sehingga mereka mengenal lebih dekat, lebih akrab.
dalam kelompok-kelompok primer bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok menerima serta menjalankan tugas  tidak secara paksa, lebih dititik beratkan pada kesadaran, tanggung jawab para anggota dan berlangsung  atas dasar rasa simpati dan secara sukarela.
Contoh-contoh kelompok primer, antara lain :keluarga, rukun tetangga, kelompok belajar,kelompok agama, dan lain sebagainya.
(b) Kelompok sekunder
Antara anggota kelompok sekunder, terpaut saling hubungan tak Iangsung, formal, juga kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karenya itu, sifat interaksi, pembagian kerja, pembagian kerja antar anggota kelompok di atur atas dasar pertimbangan-pertimbanganrasional, obyektif.
Para anggota menerima pembagian kerja/pembagian tugas atas dasar kemampuan; keahlian tertentu, di samping dituntut dedikasi. Hal-hal semacam itu diperlukan untuk mencapai target dan tujuan tertentu yang telah di flot dalam program-program yang telah sama-sama disepakati. Contoh-contoh kelompok sekunder, misalnya :partai politik, perhimpunan serikat kerja/serikat buruh, organisasi profesi dan sebagainya. Berlata rbelakang dari pengertian resmi dan takresmi, maka tumbuh dan berkembang kelompok formal (formal group) atau lebih akrab dengan sebutan kelompok resmi, dan kelompok tidak resmi (informal group). Inti perbedaan yang terjad iadalah :Kelompok tidak resmi (informal group) tidak berstatus resmi dan tidak didukung oleh Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah tangga (ART) seperti yang lazim berlaku pada kelompok resmi.
Namun demikian, kelompok tidak resmi juga mempunyai pembagian kerja, peranan-peranan serta hirarki tertentu, norma-norma tertentu sebagai pedoman tingkah laku para anggota besertakonvensi-konvensinya. Tetapi hal ini tidak dirumuskan secara tegas dan tertulis seperti pada kelompok resmi (W.A. Gerungan, 1980 : 91).
Contoh :Semua kelompok sosial, perkumpulan-perkumpulan, atau organisasi-organisasi kemasyarakatan yang memiliki anggota kelompok tidak resmi.

Masyaratak Non Industri dan Industri

1. Masyarakat non Industri
Secara garis besar, kelompok nasional atau organisasi kemasyarakatan non industri dapat digolong kan menjadi dua golongan, yaitu kelompok primer (primary group) dan kelompok sekunder (secondary group)

2. Masyarakat Industri
Jika pembagian kerja bertambah kompleks, suatu tanda bahwa kapasitas masyarakat semakin tinggi.Solidaritas didasar kan pada hubungan saling ketergantungan antara kelompok-kelompok masyarakat yang telah mengenal pengkhususan.Otonomi    sejenis, juga menjadi ciridari bagian atau kelompok-kelompok masyarakat industri.Otonomi sejenis dapat diartikan dengan kepandaian/keahlian khusus yang dimiliki seseorang secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu.
Contoh-contoh :tukang roti, tukang sepatu, tukang bubut, tukang las, ahli mesin, ahli listrik, ahli dinamo, mereka dapat bekerja secara mandiri.

Hubungan antara Individu Keluarga dan Masyarakat

A. Makna Individu
Manusia adalah makhluk individu.Makhluk individu berarti makhluk yang tidak dapat dibagi-bagi, tidak dapat dipisah-pisah kan antar jiwa dan raganya.
Para ahli psikologi modrn menegaskan bahwa manusia itu merupakan suatu kesatuan jiwa raga yang kegiatan nya sebagai kesatuan.Kegiatan manusia sehari-hari merupakan keseluruhan jiwa raganya.Bukan hanya kegiatan alat-alat tubuh saja, atau bukan hanya aktifitas dari kemampuan-kemampuan jiwa satu-persatu terlepas dari pada yang lain.
Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melain kan juga dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi (individu) yang khas menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan serta kelemahan-kelemahannya. Sehubungan dengan itu, Fallport merumuskan kepribadian manusia sebagai makhluk individu adalah sebagai berikut :kepribadian adalah organisasi dinamis dari pada system-sistem psycho-physik dalam individu yang turu tmenetukan cara-caranya yang unik (khas) dalam menyesuaikan dirinya dengan lingkungan.
Untuk menjadi individu yang “mandiri” harus melalui proses. Proses yang dilaluinya adalah proses pemantapan dalam pergaulan di lingkungan keluarga pada tahap pertama. Karakter yang khas itu ter bentuk dalam lingkungan keluarga secara bertahap dan akan mengendap melalui sentuhan-sentuhan interaksi :etika, estetika, dan moral agama. Menurut Siegmund Freud, superego pribadi manusia sudah mulai terbentuk pada saat manusia berumur 5-6 tahun.
B. Makna Keluarga
Keluarga adalah merupakan kelompok primer yang paling penting di dalam masyarakat.Keluarga merupakan sebuah grup yang terbentuk dari perhubungan laki-laki dan wanita, perhubungan mana  lama untuk menciptakan dan membesarkan anak-anak.Jadi, keluarga dalam bentuk murni merupakan suatu kesatuan sosial mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama, dimana dsaja dalam satuan masyarakat manusia.
C. Makna Masyarakat
Mengenai arti masyarakat, ada beberapa definsi mengenai masyarakatitu, seperti : gga mereka itu dapat mengorganisasi kan dirinya dan berfikir tentang diriny sebagai satu kesatuan social dengan batas-batas tertentu.
2. M.J. Herskovit :masyarakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
3. J.L. Gillindan J.P. Gillin :masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan persatuan yang sama. Masyarakat itu meliputi pengelompokan yang lebih kecil, yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur.
4. S.R. Steinmetz : masyarakat adalah kelompok manusia yang terbesar yang meliputi pengelompokan manusia yang lebih kecil, yang mempunyai perhubungan yang erat dan teratur.
5. Hasan Shadily : masyarakat adalah golongan besara tau kecil dari beberapa manusia, dengan atau karena sendirinya, bertalian secara golongan dan mempunyai pengaruhk ebatinan satu sama lain.
Mengingat definisi masyarakat di atas, maka dapat di ambil kesimpulan, bahwa masyarakat harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut :
a. Harus ada pengumpulan manusia, dan harus banyak, bukan pengumpulan binatang.
b. Telah bertempat tinggal dalam waktu yang lama dalam suatu daerah tertentu.
c. Adanya aturan atau undang-undang yang mengatu rmereka untuk menuju kepada kepentingan dan tujuan bersama.
Dapatlah kita membedakan pengertian antara individu sebagai perseorangan dan individu sebagai makhluk sosial.Individu perseorangan berarti individu berbeda dalam keadaan tidak berhubungan dengan individu lainnya.Atau dengan kata lain :individu yang sedang dalam keadaan memutuskan hubungannya dengan alam sekitarnya, khususnya masyarakat.Sedang individu sebagai makhluk sosial berarti individu yang sedang mengadakan hubungan dengan alam sekitarnya, khususnya masyarakat.Di sini kita dapati manusia dengan sadar menghubungkan sikap tungkah laku dan perbuatannya denagan individu lainnya.Sehingga terbentuklah suatu kelompok yang besar, dan apabila kelompok-kelompok itu berjalan konstan,  maka itulah yang disebut masyarakat.

Hubungan Antara Individu Keluarga dan Masyarakat

Aspek individu, keluarga, masyarakat dan kebudayaan adalah aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan.Keempatnya mempunyai keterkaitan yang sanga terat.Tidak akan pernahada keluarga, masyarakat maupun kebudayaan apabila tidak adaindividu. Sementara di pihaklain untuk mengembangkan eksistensiny sebagai manusia, maka individu membutuhkan keluarga danmasyarakat, yaitu media di manaindividudapatmengekspresikanaspeksosialnya. Di sampingitu, individu juga membutuhkan kebudayaan yakni wahana bagi individu untuk mengembangkan dan mencapai potensinya sebagai manusia.

Urbanisasi

Pengertian Urbanisasi :

 Urbanisasi adalah suatu proses kenaikan proporsi jumlah penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Urbanisasi dapat diartikan sebagai suatu proses pengkotaan suatu wilayah. proses pengkotaan ini dapat diartikan dalam dua pengertian. Contoh nya adalah daerah cibinong dan bontang yang berubah dari desa kekota karena adanya kegiatan industri. Pengertian kedua adalah banyak penduduk yang pindah dari desa kekota, karena adanya penarikan di kota, misal kesempatan kerja. (ilmu lingkungan)

Urbanisasi adalah suatu proses perubahan masyarakat dan kawasan dalam suatu wilayah non-urban menjadi urban. secara spasial, hal ini dikatakan sebagai suatu proses diferensiasi dan spesifikasi pemanfaatan uang dimana lokasi tertentu menerima bagianpemukim dan fasilitas yang tidak proporsional.

 Proses terjadi Urbanisasi :

Pertama, pemerintah berkeinginan untuk sesegera mungkin meningkatkan proporsi penduduk yang tinggal di daerah perkotaan. Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa meningkatnya penduduk daerah perkotaan akan berkaitan erat dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi negara. Data memperlihat kan bahwa suatu negara atau daerah dengan tingkat perekonomian yang lebih tinggi, juga memiliki tingkaturbanisasi yang lebih tinggi, dan sebaliknya.Negara-negara industri pada umumnya memiliki tingkat urbanisasi di atas 75 persen.Banding kandengan negara berkembang yang sekarang ini.Tingkat urbanisasi nyamasih sekitar 35 persen sampai dengan 40 persensaja.

 Kedua, terjadi nyating katurbanisasi yang berlebihan, atau tidak terkendali, dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada pendudukitu sendiri.Ukuran terkendali atau tidaknya proses urbanisasi biasanya dikenal dengan ukuran primacy rate, yang kurang lebih diartikan sebagai kekuatan daya tarik kotater besar pada suatu negara atau wilayah terhadap kota-kota di sekitarnya. Makin besartingkat primacy menunjukkankeadaan yang kurangbaikdalam proses urbanisasi. Sayangnya data mutahirmengenai primacy rate di Indonesia tidaktersedia.

Sumber :

http://intermezzocafe.blogspot.com/2011/10/tugas-sosial-dasar-bab-3-2-golongan.html

http://kharistyhasanah.blogspot.com/2010/10/pengertian-masyarakat.html

http://www.gayabunda.com/keluarga/pengertian-keluarga-harmonis-dan-sejahtera.html

http://wawan-junaidi.blogspot.com/2012/03/pengertian-masyarakat.html

http://mariskariska.blogspot.com/2010/11/hubungan-antara-individu-keluarga.html

http://ranju-iceburg.blogspot.com/2010/03/makna-individu-keluarga-dan-masyarakat.html

http://etrisetiowati.blogspot.com/2011/10/pengertian-urbanisasi-dan-proses.html

Nama : Mohammad Fajar Aristya

NPM   : 54412314

Kelas : 1IA22

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s